PIRT atau BPOM, Mana yang Harus Dipilih?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul dari pelaku usaha makanan adalah, “Produk saya harus pakai PIRT atau BPOM?”
Kebingungan ini cukup wajar karena keduanya sama-sama berkaitan dengan legalitas pangan. Namun, PIRT dan BPOM bukan izin yang dapat dipilih secara bebas. Jenis perizinan yang dibutuhkan bergantung pada karakteristik dan kategori produk.
Karena itu, sebelum mengajukan perizinan, pelaku usaha perlu memahami perbedaannya terlebih dahulu.
Apa Itu PIRT?
PIRT atau Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) merupakan salah satu bentuk perizinan untuk pangan olahan tertentu yang diproduksi oleh industri rumah tangga dan memenuhi persyaratan yang berlaku.
Namun, tidak semua makanan yang diproduksi oleh UMKM atau dari rumah dapat menggunakan SPP-IRT. Karakteristik produk, proses produksi, masa simpan, serta cara penyimpanan perlu diperhatikan.
Apa Itu BPOM?
BPOM merupakan lembaga yang melakukan pengawasan terhadap berbagai produk, termasuk pangan olahan, obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, dan kosmetik sesuai kewenangannya.
Untuk pangan olahan tertentu yang tidak memenuhi kriteria SPP-IRT, pelaku usaha perlu mengurus izin edar BPOM sebelum produknya diedarkan.
Jadi, BPOM bukan sekadar “versi PIRT yang lebih tinggi”, melainkan memiliki cakupan dan persyaratan yang berbeda.
Frozen Food Rumahan Tidak Otomatis Bisa Menggunakan PIRT
Salah satu kesalahpahaman yang cukup sering terjadi adalah anggapan bahwa selama produk dibuat di rumah, produk tersebut dapat menggunakan PIRT.
Padahal, tempat produksi bukan satu-satunya faktor yang menentukan jenis perizinan pangan. Produk yang diproduksi dari rumah tetap dapat memerlukan izin edar BPOM apabila karakteristik produknya termasuk dalam kategori yang tidak dapat menggunakan SPP-IRT.
Contohnya adalah frozen food tertentu. Meskipun dibuat oleh UMKM di dapur atau tempat produksi rumahan, karakteristik produk dan cara penyimpanannya tetap perlu diperhatikan.
Produk frozen food umumnya berkaitan dengan penyimpanan pada suhu tertentu untuk mempertahankan keamanan dan mutu produk. Karena itu, produk dengan karakteristik tersebut tidak dapat langsung dianggap memenuhi kriteria SPP-IRT hanya karena diproduksi dalam skala rumahan.
Hal yang sama perlu diperhatikan pada makanan olahan daging tertentu. Pelaku usaha perlu melihat karakteristik produk, proses pengolahan, cara penyimpanan, dan ketentuan kategori pangan sebelum menentukan jenis izin yang dibutuhkan.
Jadi, “diproduksi di rumah” tidak sama dengan “wajib PIRT”.
Jangan Menentukan Izin Hanya Berdasarkan Skala Usaha
Ada anggapan bahwa usaha kecil cukup menggunakan PIRT, sedangkan perusahaan besar harus menggunakan BPOM. Pemahaman tersebut terlalu sederhana.
Skala usaha bukan satu-satunya faktor yang menentukan jenis izin. Karakteristik produk dan ketentuan yang berlaku juga perlu diperhatikan.
Beberapa hal yang perlu diperiksa antara lain:
- Jenis dan kategori pangan.
- Proses pengolahan.
- Karakteristik produk.
- Masa simpan.
- Cara penyimpanan.
- Suhu penyimpanan.
- Jenis dan kondisi kemasan.
- Cara distribusi dan peredaran produk.
Penutup
PIRT atau BPOM bukan pilihan yang dapat ditentukan hanya berdasarkan apakah produk dibuat di rumah atau oleh perusahaan besar. Jenis legalitas perlu disesuaikan dengan kategori dan karakteristik produk serta ketentuan yang berlaku.
Jika Anda memproduksi frozen food, makanan olahan daging, atau produk pangan lainnya dari rumah, jangan langsung berasumsi bahwa produk tersebut dapat menggunakan PIRT. Lakukan pengecekan terlebih dahulu untuk mengetahui apakah produk masuk dalam cakupan SPP-IRT atau memerlukan izin edar BPOM.
Naeema Permit dapat membantu pelaku usaha melakukan identifikasi awal terhadap produk dan mengarahkan kebutuhan legalitas yang sesuai, termasuk BPOM, SPP-IRT, dan sertifikat halal.
Baca juga:
- Produk Apa Saja yang Wajib BPOM? Kenali Jenisnya Sebelum Mendaftar
- Apa Itu BPOM? Produk yang Tidak Bisa Didaftarkan PIRT
- Berapa Biaya Jasa Pengurusan BPOM? Ini Faktor yang Menentukannya
- Cara Memilih Jasa Pengurusan BPOM yang Tepat untuk Produk Anda