Apa yang Membuat Pendaftaran BPOM Terhambat?
Mengurus izin edar BPOM bukan hanya tentang mengisi formulir dan mengunggah dokumen. Data produk, komposisi, label, dokumen perusahaan, hingga persyaratan teknis perlu dipersiapkan dengan baik.
Kesalahan pada tahap awal dapat menyebabkan proses membutuhkan perbaikan atau klarifikasi tambahan. Karena itu, pelaku usaha sebaiknya mengetahui beberapa kesalahan yang sering terjadi sebelum melakukan pengajuan.
1. Komposisi Belum Diperiksa
Komposisi merupakan salah satu bagian penting dalam pendaftaran produk.
Pelaku usaha perlu memastikan seluruh bahan yang digunakan sudah diketahui dengan jelas, termasuk bahan tambahan pangan apabila digunakan.
Dokumen spesifikasi bahan juga perlu diperhatikan apabila diperlukan sesuai karakteristik produk.
2. Desain Label Sudah Dicetak Sebelum Direview
Banyak pelaku usaha sudah mencetak kemasan dalam jumlah besar sebelum memastikan label sesuai dengan ketentuan.
Padahal, apabila terdapat informasi yang perlu diperbaiki, desain kemasan dapat harus diubah kembali.
Lebih aman melakukan review label sebelum mencetak dalam jumlah besar.
3. Menganggap Produk Rumahan Pasti PIRT
Untuk pangan, masih terdapat anggapan bahwa semua makanan yang diproduksi dari rumah harus menggunakan PIRT.
Padahal, lokasi produksi bukan satu-satunya faktor penentu.
Produk rumahan tertentu tetap dapat memerlukan izin edar BPOM apabila karakteristik produknya berada di luar cakupan SPP-IRT.
Contohnya, frozen food tertentu dan makanan olahan daging tertentu perlu diperiksa berdasarkan karakteristik produk, proses pengolahan, serta cara penyimpanannya.
4. Dokumen Produk Impor Belum Lengkap
Untuk produk impor, persiapan dokumen perlu dilakukan lebih awal.
Data dan dokumen dari produsen luar negeri dapat menjadi bagian penting dalam proses pendaftaran.
Jika dokumen tersebut belum tersedia ketika proses akan dimulai, persiapan dapat menjadi lebih panjang.
Karena itu, importir sebaiknya melakukan pengecekan persyaratan sebelum produk dikirim ke Indonesia.
Bagaimana Agar Proses BPOM Lebih Terarah?
Sebelum melakukan pengajuan, buat checklist sederhana yang mencakup:
- Kategori produk.
- Legalitas perusahaan.
- Komposisi.
- Dokumen bahan.
- Desain label.
Setelah semuanya diperiksa, barulah proses pengajuan dilakukan sesuai kategori produk.
Apakah Perlu Menggunakan Jasa Pengurusan BPOM?
Pelaku usaha dapat mengurus pendaftaran secara mandiri. Namun, bagi yang belum memahami persyaratan atau memiliki produk dengan dokumen yang cukup kompleks, pendampingan dapat membantu proses menjadi lebih terarah.
Konsultan dapat membantu melakukan pengecekan awal, mengidentifikasi potensi masalah, serta mendampingi proses pengajuan dan perbaikan apabila diperlukan.
Kesalahan pendaftaran BPOM sering kali bukan hanya disebabkan oleh dokumen yang tidak lengkap, tetapi juga karena kategori produk, komposisi, label, dan data yang belum dipersiapkan dengan baik.
Melakukan pemeriksaan sebelum pengajuan dapat membantu mengurangi risiko pekerjaan berulang dan membuat proses lebih terarah.
Naeema Permit membantu pelaku usaha melakukan pengecekan dan pendampingan pengurusan BPOM, mulai dari identifikasi produk, pemeriksaan dokumen, komposisi, label, hingga proses pengajuan.
Jika Anda sedang mempersiapkan produk untuk didaftarkan BPOM tetapi belum yakin apakah dokumen dan label sudah sesuai, lakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum pengajuan.
Baca juga:
- Dokumen yang Perlu Disiapkan untuk Daftar BPOM Pangan
- Label Produk untuk BPOM: Apa Saja yang Harus Diperhatikan?
- PIRT atau BPOM? Ini Cara Menentukan Izin yang Tepat untuk Produk Anda
- Berapa Lama Proses BPOM? Ini Tahapan Pengurusannya
- Berapa Biaya Jasa Pengurusan BPOM? Ini Faktor yang Menentukannya