Artikel

Bahan Makanan yang Perlu Diperhatikan dalam Sertifikasi Halal

Mengapa Bahan Penting dalam Sertifikasi Halal?

Ketika mengurus sertifikasi halal, pelaku usaha sering kali fokus pada produk akhirnya.

Padahal, bahan sertifikasi halal merupakan salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan.

Produk tidak hanya dinilai dari nama atau bentuk akhirnya, tetapi juga dari bahan yang digunakan serta proses produksinya.

Karena itu, sebelum mengajukan sertifikasi halal, pelaku usaha sebaiknya membuat daftar seluruh bahan yang digunakan.

Apa yang Dimaksud Bahan Kritis?

Tidak semua bahan memiliki tingkat risiko kehalalan yang sama.

Beberapa bahan perlu mendapatkan perhatian lebih karena sumber atau proses pembuatannya dapat berasal dari bahan hewani, menggunakan bahan turunan hewan, atau melibatkan bahan tambahan tertentu.

Contohnya dapat ditemukan pada:

  • Gelatin.
  • Emulsifier.
  • Perisa atau flavor.
  • Pewarna tertentu.
  • Enzim.
  • Bahan turunan susu.
  • Bahan turunan hewan.
  • Bahan tambahan tertentu.

Namun, nama bahan saja tidak cukup untuk menentukan halal atau tidaknya suatu bahan.

Sumber bahan dan proses pembuatannya juga perlu diperiksa.

Gelatin Salah Satu Contoh yang Sering Diperhatikan

Gelatin sering menjadi contoh bahan yang perlu diperiksa dalam proses sertifikasi halal.

Hal ini karena gelatin dapat berasal dari hewan dan proses produksinya berkaitan dengan sumber bahan tersebut.

Karena itu, pelaku usaha yang menggunakan gelatin sebaiknya mengetahui asal gelatin dan memiliki dokumen pendukung yang diperlukan.

Perisa dan Bahan Tambahan Juga Perlu Diperiksa

Produk makanan dan minuman sering menggunakan perisa, pewarna, emulsifier, stabilizer, atau bahan tambahan lainnya.

Jangan menganggap bahan tersebut otomatis halal hanya karena digunakan dalam jumlah kecil.

Sumber dan proses pembuatannya tetap perlu diperhatikan sesuai kebutuhan pemeriksaan halal.

Hal yang sama berlaku untuk bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi.

Bagaimana Jika Bahan Tidak Memiliki Sertifikat Halal?

Tidak semua bahan harus dilihat hanya dari ada atau tidaknya sertifikat halal.

Penilaian dapat membutuhkan dokumen atau informasi lain mengenai bahan dan sumbernya sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, jika suatu bahan belum memiliki dokumen yang jelas, sebaiknya jangan langsung menyimpulkan bahwa bahan tersebut halal atau tidak halal.

Lakukan pemeriksaan berdasarkan informasi yang tersedia.

Minta Dokumen dari Supplier Sejak Awal

Pelaku usaha sebaiknya mulai berkomunikasi dengan supplier sebelum proses sertifikasi dimulai.

Tanyakan dokumen yang tersedia untuk setiap bahan yang digunakan.

Buat daftar sederhana seperti:

Nama bahan → supplier → produsen → dokumen halal → dokumen pendukung.

Dengan cara ini, bahan yang dokumennya belum lengkap akan lebih mudah diketahui.

Jangan Lupa Bahan yang Digunakan Saat Proses Produksi

Pemeriksaan jangan hanya dilakukan terhadap bahan yang terlihat dalam komposisi akhir.

Bahan penolong atau bahan yang digunakan selama proses produksi juga perlu diperhatikan sesuai ketentuan.

Inilah mengapa pemeriksaan bahan sebaiknya dilakukan bersama dengan pemeriksaan alur produksi.

Bagaimana Jika Ada Bahan yang Tidak Sesuai?

Jika ditemukan bahan yang dokumennya belum jelas, jangan langsung panik.

Ada beberapa kemungkinan tindak lanjut, tergantung kondisi bahan. Pelaku usaha dapat melakukan penelusuran dokumen, meminta informasi kepada supplier, atau mempertimbangkan bahan alternatif yang statusnya lebih jelas.

Langkah tersebut sebaiknya dilakukan sebelum proses sertifikasi berjalan terlalu jauh.

Penutup

Bahan sertifikasi halal perlu diperiksa secara menyeluruh karena status halal produk tidak hanya berkaitan dengan produk akhirnya, tetapi juga bahan dan proses pembuatannya.

Gelatin, perisa, emulsifier, enzim, bahan turunan hewan, dan bahan tambahan tertentu merupakan contoh bahan yang perlu diperhatikan berdasarkan sumber dan proses pembuatannya.

Dengan membuat daftar bahan dan mengumpulkan dokumen supplier sejak awal, pelaku usaha dapat mempersiapkan proses sertifikasi dengan lebih terarah.

Naeema Permit membantu pelaku usaha melakukan pengecekan dan pendampingan sertifikasi halal, termasuk membantu mengidentifikasi bahan yang perlu diperiksa serta dokumen pendukung yang perlu disiapkan.

Jika Anda sudah memiliki formulasi produk tetapi masih bingung mengenai status bahan-bahannya, lakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum mengajukan sertifikasi halal.

Baca juga:

  • Sertifikasi Halal untuk Produk Makanan dan Minuman
  • Syarat Sertifikasi Halal untuk Produk UMKM
  • Produk Apa Saja yang Wajib Sertifikasi Halal?
  • Wajib Halal Oktober 2026: Produk Apa Saja yang Harus Bersertifikat Halal?