Tanggal 18 Oktober 2026 menjadi salah satu tonggak penting dalam penerapan kewajiban sertifikasi halal di Indonesia. Setelah tanggal tersebut, pelaku usaha perlu semakin memperhatikan status sertifikasi produk yang dipasarkan, sesuai kategori dan ketentuan yang berlaku.
Bagi perusahaan yang belum menyelesaikan proses sertifikasi, langkah terbaik adalah memeriksa kewajiban produk dan menyiapkan tindak lanjut. Kewajiban sertifikasi halal 2026 perlu dipahami berdasarkan aturan resmi, bukan hanya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
1. Periksa Status Sertifikasi Produk
Pelaku usaha sebaiknya melakukan pendataan seluruh produk yang diproduksi atau dipasarkan. Periksa apakah produk termasuk kategori yang wajib bersertifikat halal, apakah sertifikat sudah tersedia, dan apakah data produk sesuai dengan dokumen yang dimiliki.
Pemeriksaan ini penting bagi produsen, pemilik merek, UMKM, maupun importir yang memiliki banyak varian produk. Jangan menganggap sertifikat untuk satu produk otomatis mencakup seluruh produk lainnya.
2. Lengkapi Dokumen yang Masih Kurang
Jika produk belum memiliki sertifikat halal, periksa kembali dokumen legalitas usaha, daftar bahan, dokumen pendukung bahan, informasi pemasok, serta proses produksi atau penanganan produk.
Apabila pengajuan sudah berjalan, perhatikan statusnya dan tindak lanjuti setiap catatan perbaikan sesuai instruksi. Perlu diingat, pengajuan yang sedang diproses tidak sama dengan sertifikat yang sudah diterbitkan.
3. Pahami Ketentuan yang Berlaku untuk Usaha Anda
Penerapan kewajiban halal perlu dilihat berdasarkan kategori produk dan ketentuan yang relevan. Terdapat pengaturan khusus untuk kondisi atau kelompok produk tertentu, sehingga pelaku usaha perlu merujuk pada informasi resmi BPJPH.
Hindari mengambil keputusan hanya berdasarkan kabar mengenai penundaan atau sanksi. Pastikan informasi yang digunakan berasal dari sumber resmi dan sesuai dengan jenis usaha Anda.
Konsultasi Sertifikasi Halal Bersama Naeema Permit
Setelah 18 Oktober 2026, pemeriksaan status sertifikasi dan kelengkapan dokumen menjadi langkah penting bagi pelaku usaha yang ingin memastikan kepatuhan produknya.
Naeema Permit membantu pelaku usaha memeriksa kebutuhan dokumen dan mempersiapkan pengajuan sertifikasi halal sesuai jenis produk serta kondisi bisnis.
Hubungi Naeema Permit untuk berkonsultasi mengenai kewajiban sertifikasi halal dan langkah yang perlu dilakukan untuk produk Anda.